Jadilah Manusia Yang Bernilai Dihadapan ALLAH, Saudaraku.... hidup anda bermasalah...? jiwa anda resah...? hati anda gelisah...? Kembali dan mengadulah kepada ALLAH, caranya: Jadikan Zikir dan Sholat sebagai kebutuhan, jika anda berkenan laksanakan amalan harian Majelis Al-Kautsar " 5 - 1 - 3 " 5 adalah 5 waktu sholat wajib dirikanlah dengan istiqomah dan diiringi Sholat sunat wudhu dan Sholat sunat tobat masing-masing 2 rakaat setiap hari menjelang akan menunaikan Sholat wajib 5 waktu, 1 adalah 1 kali dalam sehari laksanakanlah sholat berjamaah dimasjid (lebih disarankan 5 waktu dimasjid), 3 adalah 3 ayat dalam sehari semalam bacalah Al-Quran dengan istiqomah (lebih banyak lebih baik), Semoga ALLAH memberkahi
Bangunlah Dari Mimpi


“Manusia di dunia ini sesungguhnya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun”
Ali bin Abi Thalib

Tuhan memberikan akal kepada manusia agar manusia mampu berfikir secara baik tentang alam dan ciptaan Tuhan sehingga bisa memberikan manfaat kepada manusia. Dengan akal manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Akal manusia dengan kemampuan yang begitu luar biasa mampu menyerap dan mengolah informasi sehingga menghasilkan hal-hal yang luar biasa.

Walaupun mempunyai kemampuan yang hampir tak terbatas, akal manusia diberi batasan oleh Tuhan, hanya mampu memikirkan hal-hal selain Tuhan. Ketika berhubungan dengan Dzat Tuhan, maka akal akan mengalami kebuntuan, akal tidak mampu membahas apapun tentang dzat Tuhan, mengapa?

Lanjutkan Membaca.....
Saudaraku...
Jika kita bisa lebih sungguh-sungguh mencintai sesama manusia. Mengapa kita tidak mau lebih bersungguh-sungguh mencintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menciptakan kita...?

Kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah, manusia tidak layak hidup jika tidak mau beribadah kepada Allah, maka jangan pernah menunda menunggu waktu yang tepat untuk beribadah kepada Allah, karena kematian tidak pernah menunda menunggu waktu yang tepat.
Jangan pernah menunggu waktu luang tapi luangkanlah untuk mengingat ALLAH
SaudaraKu...
Allah sangat sayang pada kita. Karenanya Allah pilihkan jalan ini untuk kita.
Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah memilih kita...? 
Karena Allah mencintai kita...!

Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rosul-Nya. Kemudian mereka tidak ragu-ragu berjihad dengan harta dan jiwanya dijalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujurat:15)


Saudaraku...

Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian dan dalam keramaian. 
Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan. 
Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. 
Tetaplah istiqomah...!

Sertakan Allah dalam setiap langkah...! 

Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh dan tulus.
Tak berharap apapun tetapi sanggup memberi dengan segenap apapun. 
Sebab hanya dari Allah berharap balasan.

Jangan minta dikurangi bebanmu, tetapi mintalah punggung ini agar kuat membawanya.

Saudaraku, Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran,
sepahit dan sesulit apapun. Bersatulah dalam Halaqah,.
Karena berjamaah lebih baik daripada sendirian.
Bangkitlah ketika jatuh, jangan menyerah.
Sampaikan dakwah setiap saat, agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki..

Jangan tinggalkan yang ada dibelakangmu, tunggulah dengan kesabaran dan keikhlasan.


Saudaraku, Memang tak mudah bertahan disebuah jalan bernama HALAQAH. Maka berbahagialah Allah masih memberi kita kesempatan untuk merasakan indahnya jalan ini.

Karena pada hakekatnya bukan HALAQAH yang membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan HALAQAH
Lelah...? Itu pasti ! Bahkan para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pun merasakannya.
Mereka bertanya, Ya Rosul, kapankah kita beristirahat dari semua ini...? Jawab Rosul, ketika kelak kaki kita telah menapak dijannah-Nya." maukah kau bersabar...? Dan Tuhanmu Maha Melihat. (QS.Al-Furqaan:20)
No topics to display

Saudara-Ku...
Zikir secara istiqamah pada hakikatnya adalah melatih diri menciptakan getaran yang sempurna dalam tubuh, getaran Maha Dahsyat dari Sang Maha Sempurna, dan dengan getaran itu mampu memusnahkan segala bala bencana, segala kemungkaran dan unsur-unsur syetaniyah yang bersemayam dalam diri manusia.
Fungsi tubuh terutama Qalbu adalah untuk menerima getaran Maha Dahsyat tersebut dan kemudian getaran itu mempengaruhi apa pun yang disentuhnya. Itulah sebabnya seorang Guru Rohani terkadang tanpa mengucapkan nasehat sepatah katapun bisa membuat para muridnya berubah menjadi orang yang baik, pengajarannya berbekas dalam sanubari murid-muridnya.

Jika dalam hidup terus menerus menemui masalah, maka sudah saatnya kembali melihat ke dalam diri, membuka kembali hati agar bisa menerima getaran Maha Dahsyat, ketika dalam diri menjadi teratur maka diluar juga ikut teratur.

“Sebenarnya kita sendiri yang mengundang penyakit untuk mendekat”, kita sendiri mengundang berbagai problem dalam hidup, segala kemalangan dan kebencian.

Kalau segala penyakit dan problem kita yang mengundang, tentu saja kita juga bisa mengundang segala kebaikan dan kesuksesan, semuanya tergantung kepada diri sendiri. Kirim lah undangan kepada kebaikan dan kesuksesan secara istiqamah, maka dia akan datang menghampiri anda secara istiqamah pula.



Dari Abu Hurairah dan dari Abu Said radhiallahu ‘anhuma, katanya:
“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada sesuatu kaum pun yang duduk-duduk sambil berdzikir kepada Allah, melainkan dikelilingi oleh para malaikat dan ditutupi oleh kerahmatan serta turunlah kepada mereka itu ketenangan dalam hati mereka dan Allah mengingatkan mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisinya yakni disebut-sebutkan hal ihwal mereka itu di kalangan para malaikat.” (HR Muslim)



Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar.
Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda.
Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”
[HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167]



7 Nilai Dasar Yayasan

1. Istiqomah Sholat, Zikir dan Baca Al-Quran.

2. Bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh.

3. Optimis dan tidak mengatakan "tidak mungkin", "tidak bisa" dan "tidak mau".

4. Mengedepankan kerendahan hati, apa adanya, tidak "jaim" dan tidak meremehkan orang lain.

5. Berfikir positif dan tidak bergunjing.

6. Berempati dan memberikan solusi, bukan mencela atau mengkritik.

7. Patuh kepada pemimpin dan mentaati peraturan



Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
[QS Al-Baqarah;6]

Allah telah mengunci hati mereka dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
[QS Al-Baqarah;7]



Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
[QS Al-A'raf;176]

www.surau-kita.com

This website is powered by Spruz